Ragam Kegiatan Kita
Ragam Kegiatan Kita Slideshow: LDK’s trip to Palembang, Sumatra, Indonesia was created by TripAdvisor. See another Palembang slideshow. Create your own stunning free slideshow from your travel photos.
Kamis, 10 November 2011
Sabtu, 15 Oktober 2011
Senin, 10 Oktober 2011
Janji Ukhuwah
Kepadamu kukirimkan salam terindah, salam sejahtera para penghuni surga. Salam yang harumnya melebihi kesturi, sejuknya melebihi embun pagi. Salam hangat sehangat sinar mentari waktu Dhuha. Salam sesuci air telaga Kautsar yang jika direguk akan menghilangkan dahaga selama-lamanya. Salam penghormatan, kasih dan cinta yang tiada pernah pudar dan berubah dalam segala musim dan peristiwa.
“Ukhuwah adalah degup penuh makna yang mengalir indah bersama aliran darah, berawankan ketsiqohan yang tiap tetesannya mampu menelusup jernih menembus karang prasangka dalam hati yang puncaknya berbuah keitstaran.”
Ikhwan wa akhwat fiillah yg sedang menuju jalan Allah ( mengcopy paste kalimat yg sering diucapkan ustdz kita tercinta) izinkan saya meminta maaf kepada antum semua yang telah setia menemani berjuang di medan dakwah ini. Afwan pada ikhwah fillah semua atas semua kelalaian dan kesalahan yang ternyata telah mengurangi timbangan hak dalam menjalin ukhuwah dengan antum. Yang ternyata secara sadar telah mendzolimi antum, telah melukai antum, bahkan telah membuat antum menangis.
Ukhuwah yang kita bangun bukanlah sebuah hubungan semata,
Ukhuwah ilallah,
Itu janji kita,
Dengan tujuan dan kecintaan yang sama pada ad Dien ini,
Hingga dahulu jiwa – jiwa kita yang tak saling mengenal,
Asing dan entah darimana kini BERIKRAR dalam satu JANJI UKHUWAH.
Berharap akan satu kemuliaan yang tersirat dalam sebuah hadist
Semangat ini pun membara untuk memuliakan ukhuwah kita,
Disekitar Arsy-Nya ada menara – menara dari cahaya.
Di dalamnya ada orang – orang yang pakaiannya dari cahaya.
Wajah – wajah mereka pun bercahaya.
Mereka bukan para Nabi & Syuhada.
Sehingga,
Para Nabi & Syuhada pun iri pada mereka.
Ketika para sahabat bertanya,
Rasul Menjawab,
Mereka adalah orang – orang yang saling mencintai karena Allah
Dan saling bersahabat karena Allah.
Serta saling bersilahturahmi karena Allah (HR. Tirmidzi)
Saudaraku...
Marilah kita ingat sejenak. Ketika diri bersitegang dengan antum dalam majelis dakwah. Ketika diri acuh dalam pertemuan selintas. Ketika tanpa sadar keluar ucapan kasar dengan serapah. Ketika ada ganjalan yang menghujam kalbu. Ketika tiris dan hambar senyum terkembang.
Maafkanlah saudaramu ini.
Ketika perasaan benar menguasai diri. Ketika merasakan kehadiran diri paling berarti. Ketika interaksi hanya sekedar basa-basi. Ketika diri merasa paling meramal. Ketika tangismu tak mampu kudekap. Ketika penderitaanmu hanya lewat sebagai berita.
Maafkan atas kesadaran yang terlambat. Menyadarai bahwa ada sebagian hak antum yang telah tersita. Maafkan atas kekerasan hati dan kelemahan jiwa karena kurangnya pengetahuan diri, karena keringnya ruhani, karena minimnya lapang dada. Maafkan atas ambisi yang besar dan perasaan mau menang sendiri. Maafkanlah atas empati yang tipis untuk mengerti dan mengutamakan antum.
Sekali lagi kesadaran ini baru kembali. Betapa ukhuwah adalah pilar dakwah yang besar. Betapa ukhuwah adalah keutamaan. Betapa ukhuwah adalah warisan kemuliaan yang akan memuliakan siapa saja yang tergabung didalamnya. Betapa ukhuwah mampu meringankan beban kerja dan mampu menyemai makna dalam usia. Bahkan Rasulullah telah menetapkan ukhuwah sebagai salah satu manhaj dakwah.
Antum adalah harta terbesar dalam hidup ini. Dengan senyum ikhlas antum, dengan kesabaran antum, dengan lapang dada antum, dengan semua perhatian antum, dengan jeweran-jeweran yang antum berikan saat diri ini mulai keluar dari haluan,saat diri mulai berada dipinggir barisan bahkan dengan kemarahan dan sikap keras antum, semuanya adalah penguat tapak kaki dalam menempuh perjalanan dakwah yang penuh onak dan duri ini. Kini semua itu baru tersadari.
Hari ini tolong ingatkan diri ini akan pemahaman lama yang baru tersegarkan. Sesungguhnya sifat persaudaraan yang telah kita jalin, meletakkan kehormatan dan izzah seorang muslim sebagai kewajiban yang harus dipenuhi hak-haknya oleh saudaranya.
Maafkan diri ini yang telah menggugurkan kehormatan dan meluruhkan kemuliaan antum. Semoga rasa maaf antum mampu mengganti murka Allah. Menjadi air yang akan memadamkan gejolak api neraka, dan pelapang atas sempitnya hati yang merasa bersalah. Semoga rasa maaf antum menjadi penebus, prasyarat untuk menjadi pilihan Allah dalan jalan dakwah. Semoga dengan itu kemuliaan dan keutamaan senantiasa dianugerahkan Allah untuk kita semuanya.
Rabbi, jadikanlah kehidupan kami rangkaian kebaikan, ketakwaan kepadaMu sebagai penjagaan, keyakinan padaMu, kekuatan dalam ujian, ketawakalan kepadaMu, pertolongan dalam kehidupan, hati yang bersyukur sebagai penambah kenikmatan.
Ana uhibbukum fillah: "1Ch4"
___HATI MUHASABAH___
“Ukhuwah adalah degup penuh makna yang mengalir indah bersama aliran darah, berawankan ketsiqohan yang tiap tetesannya mampu menelusup jernih menembus karang prasangka dalam hati yang puncaknya berbuah keitstaran.”
Ikhwan wa akhwat fiillah yg sedang menuju jalan Allah ( mengcopy paste kalimat yg sering diucapkan ustdz kita tercinta) izinkan saya meminta maaf kepada antum semua yang telah setia menemani berjuang di medan dakwah ini. Afwan pada ikhwah fillah semua atas semua kelalaian dan kesalahan yang ternyata telah mengurangi timbangan hak dalam menjalin ukhuwah dengan antum. Yang ternyata secara sadar telah mendzolimi antum, telah melukai antum, bahkan telah membuat antum menangis.
Ukhuwah yang kita bangun bukanlah sebuah hubungan semata,
Ukhuwah ilallah,
Itu janji kita,
Dengan tujuan dan kecintaan yang sama pada ad Dien ini,
Hingga dahulu jiwa – jiwa kita yang tak saling mengenal,
Asing dan entah darimana kini BERIKRAR dalam satu JANJI UKHUWAH.
Berharap akan satu kemuliaan yang tersirat dalam sebuah hadist
Semangat ini pun membara untuk memuliakan ukhuwah kita,
Disekitar Arsy-Nya ada menara – menara dari cahaya.
Di dalamnya ada orang – orang yang pakaiannya dari cahaya.
Wajah – wajah mereka pun bercahaya.
Mereka bukan para Nabi & Syuhada.
Sehingga,
Para Nabi & Syuhada pun iri pada mereka.
Ketika para sahabat bertanya,
Rasul Menjawab,
Mereka adalah orang – orang yang saling mencintai karena Allah
Dan saling bersahabat karena Allah.
Serta saling bersilahturahmi karena Allah (HR. Tirmidzi)
Saudaraku...
Marilah kita ingat sejenak. Ketika diri bersitegang dengan antum dalam majelis dakwah. Ketika diri acuh dalam pertemuan selintas. Ketika tanpa sadar keluar ucapan kasar dengan serapah. Ketika ada ganjalan yang menghujam kalbu. Ketika tiris dan hambar senyum terkembang.
Maafkanlah saudaramu ini.
Ketika perasaan benar menguasai diri. Ketika merasakan kehadiran diri paling berarti. Ketika interaksi hanya sekedar basa-basi. Ketika diri merasa paling meramal. Ketika tangismu tak mampu kudekap. Ketika penderitaanmu hanya lewat sebagai berita.
Maafkan atas kesadaran yang terlambat. Menyadarai bahwa ada sebagian hak antum yang telah tersita. Maafkan atas kekerasan hati dan kelemahan jiwa karena kurangnya pengetahuan diri, karena keringnya ruhani, karena minimnya lapang dada. Maafkan atas ambisi yang besar dan perasaan mau menang sendiri. Maafkanlah atas empati yang tipis untuk mengerti dan mengutamakan antum.
Sekali lagi kesadaran ini baru kembali. Betapa ukhuwah adalah pilar dakwah yang besar. Betapa ukhuwah adalah keutamaan. Betapa ukhuwah adalah warisan kemuliaan yang akan memuliakan siapa saja yang tergabung didalamnya. Betapa ukhuwah mampu meringankan beban kerja dan mampu menyemai makna dalam usia. Bahkan Rasulullah telah menetapkan ukhuwah sebagai salah satu manhaj dakwah.
Antum adalah harta terbesar dalam hidup ini. Dengan senyum ikhlas antum, dengan kesabaran antum, dengan lapang dada antum, dengan semua perhatian antum, dengan jeweran-jeweran yang antum berikan saat diri ini mulai keluar dari haluan,saat diri mulai berada dipinggir barisan bahkan dengan kemarahan dan sikap keras antum, semuanya adalah penguat tapak kaki dalam menempuh perjalanan dakwah yang penuh onak dan duri ini. Kini semua itu baru tersadari.
Hari ini tolong ingatkan diri ini akan pemahaman lama yang baru tersegarkan. Sesungguhnya sifat persaudaraan yang telah kita jalin, meletakkan kehormatan dan izzah seorang muslim sebagai kewajiban yang harus dipenuhi hak-haknya oleh saudaranya.
Maafkan diri ini yang telah menggugurkan kehormatan dan meluruhkan kemuliaan antum. Semoga rasa maaf antum mampu mengganti murka Allah. Menjadi air yang akan memadamkan gejolak api neraka, dan pelapang atas sempitnya hati yang merasa bersalah. Semoga rasa maaf antum menjadi penebus, prasyarat untuk menjadi pilihan Allah dalan jalan dakwah. Semoga dengan itu kemuliaan dan keutamaan senantiasa dianugerahkan Allah untuk kita semuanya.
Rabbi, jadikanlah kehidupan kami rangkaian kebaikan, ketakwaan kepadaMu sebagai penjagaan, keyakinan padaMu, kekuatan dalam ujian, ketawakalan kepadaMu, pertolongan dalam kehidupan, hati yang bersyukur sebagai penambah kenikmatan.
Ana uhibbukum fillah: "1Ch4"
___HATI MUHASABAH___
Gunung sebagai Pasak - Keajaiban Ilmiah Al Qur'an
Gambar 7. Gunung-gunung memiliki akar yang dalam di bawah permukaan tanah. (Earth, Press dan Siever, hal. 413)
Gambar 8. Bagan potongan melintang. Gunung-gunung, sebagaimana pasak, memiliki akar yang menghunjam di bawah tanah. (Anatomy of the Earth, Cailleux, hal. 220)
Beginilah Al Qur'an menjelaskan tentang gunung-gunung. Allah berfirman:
أَلَمْ نَجْعَلِ الْأَرْضَ مِهَادًا وَالْجِبَالَ أَوْتَادًا
Bukankah Kami telah menjadikan bumi itu sebagai hamparan, dan gunung-gunung sebagai pasak? (An Naba', 78: 6-7)
Ilmu bumi moderen telah membuktikan bahwa gunung-gunung memiliki akar di dalam tanah dan akar ini dapat mencapai kedalaman yang berlipat dari ketinggian mereka di atas permukaan tanah. Jadi, kata yang paling tepat untuk menggambarkan gunung-gunung berdasarkan informasi ini adalah kata "pasak" karena bagian terbesar dari sebuah pasak tersembunyi di dalam tanah. Pengetahuan semacam ini, tentang gunung-gunung yang memiliki akar yang dalam, baru diperkenalkan di paruh kedua dari abad ke-19. Sebagaimana pasak yang digunakan untuk menahan atau mencencang sesuatu agar kokoh, gunung-gunung juga memiliki fungsi penting dalam menyetabilkan kerak bumi. Mereka mencegah goyahnya tanah. Allah berfirman:
وَأَلْقَىٰ فِي الْأَرْضِ رَوَاسِيَ أَنْ تَمِيدَ بِكُمْ وَأَنْهَارًا وَسُبُلًا لَعَلَّكُمْ تَهْتَدُونَ
Dan Dia menancapkan gunung-gunung di bumi supaya bumi itu tidak goncang bersama kamu, (dan Dia menciptakan) sungai-sungai dan jalan-jalan agar kamu mendapat petunjuk. (An Nahl, 16:15)
Maha Benar Allah yang Maha Agung.Rabithah ku..... (Puisi Dakwah)
Puisi dakwah, teruntuk jiwa-jiwa yang haus kasih-Nya :
Rabithahku Allah, pagiku ini
Dan sore nanti Hingga langit menjingga
Lalu kelam bergemintang Allah, Kemuliaan hanya dari-Mu
Mudah, Mudah sekali bagi-Mu mencabutnya
Sebab, Kerajaan semesta ini hanya milik-Mu
Mudah, Mudah sekali Engkau menitipkan
Lalu mencabutnya Engkau Mahakuasa atas segala sesuatu
Rezeki Kau beri tanpa hisab
Mudah, Mudah sekali bagi-Mu
Allah, Izinkan kami Untuk selalu mencintai-Mu
Taat pada-Mu
Menyerukan asma-Mu
Setia berjuang di jalan-Mu
Allah, Kuatkanlah Abadikanlah cinta dan kasih sayang kami
Tunjukkanlah kami jalan yang lurus
Penuhilah hati-hati kami Dalam cinta pada-Mu,
Dalam sujud pada-Mu, Kelapangan dada
Engkaulah sebaik-baik penolong
Salam dari kami Untuk Baginda Rasulullah
Beserta keluarganya Dan para pengikutnya Hingga akhir zaman
Aamiin! “
Keterangan :
Rabithahku, inginku ikatkan hatiku kepada semua wajah-wajah ciptaan Allah agar kami dalam ikatan hati yang cinta kepada Allah. Saling mencintai dan menyayangi datu sama lain. Alangkah luar biasanya makna ikatan hati dalam hati-hati yang terhimpun untuk mencintai-Mu. Aamiin.
Rabithahku Allah, pagiku ini
Dan sore nanti Hingga langit menjingga
Lalu kelam bergemintang Allah, Kemuliaan hanya dari-Mu
Mudah, Mudah sekali bagi-Mu mencabutnya
Sebab, Kerajaan semesta ini hanya milik-Mu
Mudah, Mudah sekali Engkau menitipkan
Lalu mencabutnya Engkau Mahakuasa atas segala sesuatu
Rezeki Kau beri tanpa hisab
Mudah, Mudah sekali bagi-Mu
Allah, Izinkan kami Untuk selalu mencintai-Mu
Taat pada-Mu
Menyerukan asma-Mu
Setia berjuang di jalan-Mu
Allah, Kuatkanlah Abadikanlah cinta dan kasih sayang kami
Tunjukkanlah kami jalan yang lurus
Penuhilah hati-hati kami Dalam cinta pada-Mu,
Dalam sujud pada-Mu, Kelapangan dada
Engkaulah sebaik-baik penolong
Salam dari kami Untuk Baginda Rasulullah
Beserta keluarganya Dan para pengikutnya Hingga akhir zaman
Aamiin! “
Keterangan :
Rabithahku, inginku ikatkan hatiku kepada semua wajah-wajah ciptaan Allah agar kami dalam ikatan hati yang cinta kepada Allah. Saling mencintai dan menyayangi datu sama lain. Alangkah luar biasanya makna ikatan hati dalam hati-hati yang terhimpun untuk mencintai-Mu. Aamiin.
Indahnya Dakwah Kita
Berdakwah, mendengar kata itu yang terpintas pada benak kita ialah keimanan, ketaqwaan serta orang-orang soleh yang menyampaikan pesan dari Al-Qur’an atau Hadist. Namun dakwah itu adalah bersyukur kepada allah swt. Landasan yang paling utama yaitu terletak pada firman Allah swt dalam QS. Muhammad : 7 yang artinya “hai orang-orang beriman! Jika kamu menolong agama Allah, niscaya Allah akan menolong dan meneguhkan kedudukanmu”.
Setelah menelaah ayat tersebut seharusnya tidak membuat kita tidak mau/malas/ kadang tak peduli dengan keadaan agama Allah swt. Dan biasanya kebanyakan dari kita lebih memperhatikan dengan urusan duniawi, urusan sekolah, urusan kerja serta urusan keluarga. “Padahal jikalau kita merasa disibukkan dengan itu semua yang ada hal tersebut bukannya membuat kita cepat keluar dari hal itu tapi kita malah semakin dibuatnya sibuk. Jadi sesibuk apapun kita, mari kita bergabung dan bersatu untuk berdakwah”, kutipan dari materi Team Building .
Dalam dakwah ada istilah yang disebut dakwah fardhiyah. Yang mempunyai arti dakwah/ mengajak orang dari keburukan menuju kebaikan secara individu. Dakwah bisa dilakukan dengan dua hal yaitu : tajarrud (bertahap) dan istimrar (berkelanjutan). Tidak semua orang dapat melakukan dakwah terkecuali orang yang sabar dan ikhlas.
Karena sabar dan ikhlas merupakan wujud dari keimanan para aktivis dakwah. Tahapan-tahapan dakwah sendiri ialah :
1. Ta’rif (pengenalan) objek dakwah dikenalkan dengan prinsip islam
2. Takwin (pembentukan) objek dakwah semakin berkomitmen
3. Tanfidz (penjagaan) penjagaan terhadap islam yaitu biasanya melalui tabligh, mentoring, dan ma’aqah (liqa’)
Tahapan proses dakwah yaitu dimulai dengan membina dan mengenalkan objek dakwah dengan baik, membangkitkan iman dalam hati, memperbaiki kepribadian mereka dengan berbaur dan memperkenalkan lingkungan islam.
Yang berikutnya ialah menjelaskan konsep ibadah secara benar dan menyeluruh. Konsep ibadah ialah mengikuti sunnah rasul, ikhlas dalam mengerjakannya, serta bumi dijadikan tempat untuk beribadah. Semoga kita semua menjadi orang yang “Rahmatan Lil ‘alamin…”
Diolah dari Ukhti’s site
Setelah menelaah ayat tersebut seharusnya tidak membuat kita tidak mau/malas/ kadang tak peduli dengan keadaan agama Allah swt. Dan biasanya kebanyakan dari kita lebih memperhatikan dengan urusan duniawi, urusan sekolah, urusan kerja serta urusan keluarga. “Padahal jikalau kita merasa disibukkan dengan itu semua yang ada hal tersebut bukannya membuat kita cepat keluar dari hal itu tapi kita malah semakin dibuatnya sibuk. Jadi sesibuk apapun kita, mari kita bergabung dan bersatu untuk berdakwah”, kutipan dari materi Team Building .
Dalam dakwah ada istilah yang disebut dakwah fardhiyah. Yang mempunyai arti dakwah/ mengajak orang dari keburukan menuju kebaikan secara individu. Dakwah bisa dilakukan dengan dua hal yaitu : tajarrud (bertahap) dan istimrar (berkelanjutan). Tidak semua orang dapat melakukan dakwah terkecuali orang yang sabar dan ikhlas.
Karena sabar dan ikhlas merupakan wujud dari keimanan para aktivis dakwah. Tahapan-tahapan dakwah sendiri ialah :
1. Ta’rif (pengenalan) objek dakwah dikenalkan dengan prinsip islam
2. Takwin (pembentukan) objek dakwah semakin berkomitmen
3. Tanfidz (penjagaan) penjagaan terhadap islam yaitu biasanya melalui tabligh, mentoring, dan ma’aqah (liqa’)
Tahapan proses dakwah yaitu dimulai dengan membina dan mengenalkan objek dakwah dengan baik, membangkitkan iman dalam hati, memperbaiki kepribadian mereka dengan berbaur dan memperkenalkan lingkungan islam.
Yang berikutnya ialah menjelaskan konsep ibadah secara benar dan menyeluruh. Konsep ibadah ialah mengikuti sunnah rasul, ikhlas dalam mengerjakannya, serta bumi dijadikan tempat untuk beribadah. Semoga kita semua menjadi orang yang “Rahmatan Lil ‘alamin…”
Diolah dari Ukhti’s site
Bismillah.....
Selamat Datang di BLog LDK al-azzam
Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Muara Enim
Selamat Datang di BLog LDK al-azzam
Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Muara Enim
Langganan:
Postingan (Atom)
