Berdakwah, mendengar kata itu yang terpintas pada benak kita ialah keimanan, ketaqwaan serta orang-orang soleh yang menyampaikan pesan dari Al-Qur’an atau Hadist. Namun dakwah itu adalah bersyukur kepada allah swt. Landasan yang paling utama yaitu terletak pada firman Allah swt dalam QS. Muhammad : 7 yang artinya “hai orang-orang beriman! Jika kamu menolong agama Allah, niscaya Allah akan menolong dan meneguhkan kedudukanmu”.
Setelah menelaah ayat tersebut seharusnya tidak membuat kita tidak mau/malas/ kadang tak peduli dengan keadaan agama Allah swt. Dan biasanya kebanyakan dari kita lebih memperhatikan dengan urusan duniawi, urusan sekolah, urusan kerja serta urusan keluarga. “Padahal jikalau kita merasa disibukkan dengan itu semua yang ada hal tersebut bukannya membuat kita cepat keluar dari hal itu tapi kita malah semakin dibuatnya sibuk. Jadi sesibuk apapun kita, mari kita bergabung dan bersatu untuk berdakwah”, kutipan dari materi Team Building .
Dalam dakwah ada istilah yang disebut dakwah fardhiyah. Yang mempunyai arti dakwah/ mengajak orang dari keburukan menuju kebaikan secara individu. Dakwah bisa dilakukan dengan dua hal yaitu : tajarrud (bertahap) dan istimrar (berkelanjutan). Tidak semua orang dapat melakukan dakwah terkecuali orang yang sabar dan ikhlas.
Karena sabar dan ikhlas merupakan wujud dari keimanan para aktivis dakwah. Tahapan-tahapan dakwah sendiri ialah :
1. Ta’rif (pengenalan) objek dakwah dikenalkan dengan prinsip islam
2. Takwin (pembentukan) objek dakwah semakin berkomitmen
3. Tanfidz (penjagaan) penjagaan terhadap islam yaitu biasanya melalui tabligh, mentoring, dan ma’aqah (liqa’)
Tahapan proses dakwah yaitu dimulai dengan membina dan mengenalkan objek dakwah dengan baik, membangkitkan iman dalam hati, memperbaiki kepribadian mereka dengan berbaur dan memperkenalkan lingkungan islam.
Yang berikutnya ialah menjelaskan konsep ibadah secara benar dan menyeluruh. Konsep ibadah ialah mengikuti sunnah rasul, ikhlas dalam mengerjakannya, serta bumi dijadikan tempat untuk beribadah. Semoga kita semua menjadi orang yang “Rahmatan Lil ‘alamin…”
Diolah dari Ukhti’s site
Tidak ada komentar:
Posting Komentar