remaja lucu ya.....,, he..he.. hmm.. 99x
(gak usah dipraktik-kan ketawanya... nanti tertawa sendiri... )
he..he.. hmm.. 99x (lho....)
baik pernahkah kita mesem2; nyengir2; geleng2 kepala
oleh tingkah anak kecil....???
jawab saja: iya... (hmm. klo gak juga jangan... hmmm...)
Cz.. we all experience so often
coba kita simak delik berikut (kyk bahasa pidana,,)
sebut saja nama anak kecilnya: "imut"
imut baru saja dibelikan budenya tas mungil..
setiap bertemu orang (om, kakek, nenek, tetangga, kawan karib,siapa aja)
ia akan berseloroh.."aku punya tas baru lo... bagus kan..!"
ya.. begitulah,, iya ke semua orang yang ia temui...
... bila kita coba jawab: " ah, biasa aja.. bagusan punya.. si "elok" (misalnya)"
si "imut" kan menangis sejadi-jadinya, berharap pernyataan itu ditarik
karena tas termungil;indah;bagus adalah miliknya
karena itu adalah tas yang terbaik yang pernah ia punya....
DASAR cahCILIK (Dasar anakKECIL) ... kita mesem2; nyengir2; geleng2 kepala
kenapa kita berekspresi demikian? why?
so...? karena kita sudah sangat paham (sok dewasa gitulah...hmm) , inilah dunianya
yang sebenarnya,, bila si anak kecil itu tahu..
jika ia diberi tas yang warnanya lebih mencolok, lebih menarik + inovatif
iapun akan bergeser rasa...
nah... wyush... (seperti tersiram air... seger....)
maksudnya... bangun 99x
mengapa sahabat digiring untuk mengikuti analogi di atas?
sadarkah begitu pula remaja...
ya sekali lagi remaja.. menuju proses kematangannya..inilah dunianya...
saat (eja ya..) c...i...n..t..a itu mulai menampakkan kemerahjambuannya...
begitulah saat 'sang hawa ingin mencari adamnya' (begitu sebaliknya)
saat kita diperkenalkan senyum manis lawan jenis yang memukau
menggetarkan gigi,, eits salah,, hati...
saat wajah merah padam, degub2 salah tingkah...
ya itulah waktunya...
remaja lucu ya.....,, he..he.. hmm.. 99x
but...
lantas apakah kita perlu menumpahkan semua rasa yang telah menuntut meluap?
lantas apakah pula kita perlu mengalirkan semua energi fitrah itu?
sebagaimana analogi anak kecil dimuka,,, bila sang Dewasa mesem2; nyengir2; geleng2 kepala
karena tingkah si bocahCilik....
maka bila para remaja (ambil simpel 'ukuran belum nikah'...hmmm..terima dulu deh)
yup seandainya para remaja tahu,, apa yang sebagian orang telah ketahui..
(yaitu mereka yang Allah anugerahkan hikmah dan hakikat)
para remaja pun akan mesem2; nyengir2; geleng2 kepala
jika melihat sebayanya,, bak jago pantang mundur pada betinanya...
bicara cintanya setengah mati...
karena mendapatkan pasangannya pun mati-matian..
remaja lucu ya.....,, he..he.. hmm.. uhuk...uhuk... 99x
(sebentar... kayaknya jadi kepanjangan... masih mau lanjut??)
(apa rehat dulu ya.. silahkan deh klo mau nge-teh2 dulu)
(lanjut aja ya... siiip...)
coba ulangi baik2 pernyataan ini:
"seandainya Pemuda/i dihadapkan kepadanya 100 wanita/lk2, yakinlah
ia akan memilih paling tidak 25 diantaranya... koq bisa?
si wanita/lk2 1 senyumnya menggoda (misalnya)
wanita/lk2 ke-2 matanya sayu nan menarik (ya.. gak perlu difantasikan)
wanita/lk2 ke-3 lesung pipinya ... bla..bla..bla..."
silahkan cek n ricek... kasus di lapangan
ngaku cinta setengah mati... 2 bulan pindah lain hati
ngaku cinta sampai kakek nenek... 6 bulan termehek-mehek
ngaku cinta dunia akhirat... 3 tahun kandas berkarat
aib sudah kemana2,,
sangKuE tak berada dietalasenya
ya.. terusin deh..
remaja lucu ya.....,, he..he.. hmm.. 99x
sahabat...
betapa banyak mereka yang memilih menahan diri,,,
menjaga keremajaannya,,
justru berbuah manis langgengnya hubungan suami-istri mereka,,
koq bisa,,,
karena bila remaja memilih
sepi-menyepi, hanya untuk bersenda gurau saling cuil...
suami-istri pun menyepi tapi berpahala..
bila remaja pegang tangan si siti besok si susi...dsb
yang suami-istri berpegangan tangan,,
gugur dosa bersamanya
remaja lucu ya.....,, he..he.. hmm.. 99x
kan cuma bonceng2 aja..
kan cuma lunch.. bersama
kan cuma jalan berdua...
kan...kan...kan...kan....
remaja lucu ya.....,, he..he.. hmm.. 99x
yuk mari deh kita Cermatilah sebuah syair dari Ibnu Mu’taz berikut ini.
“Tinggalkan dosa-dosa, baik yang kecil maupun yang besar
Itulah takwa
Bersikaplah seperti orang yang berjalan di atas tanah berduri
Ia akan berhati-hati kepada perkara yang dilihatnya
Janganlah kau remehkan sesuatu yang kecil
Karena gunung itu berasal dari kerikil-kerikil kecil.” (Lihat Jami’ul ‘Ulum wal Hikam, I:402)
semoga Allah anugerahkan kepada kita semua... Kelapangan dalam menerima ketentuanNya..
dan semoga Allah jadikan kita Pemuda dan Pemudi yang Allah Golongkan sebagai
Pemuda/i yang mendapat Naungan di saat Matahari di atas ubun-ubun, dan tiada Naungan saat itu
kecuali Naungan Allah Sang Rabb Manusia, Sang Raja Manusia, Sang Illahinya Manusia.
insyaAllah klo berkenan membaca.. kita lanjut Bag.2
plus klo ada kesempatan dan kesehatan dariNYA
insyaAllah..
dari sahabatmu:
Mas Ihsan el Khalish
yang hanya Secuil Makhluk Dhaif di Kolong Langit
yang berusaha menebar manfaat....
Wallahu a'lam.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar