Kepadamu kukirimkan salam terindah, salam sejahtera para penghuni surga. Salam yang harumnya melebihi kesturi, sejuknya melebihi embun pagi. Salam hangat sehangat sinar mentari waktu Dhuha. Salam sesuci air telaga Kautsar yang jika direguk akan menghilangkan dahaga selama-lamanya. Salam penghormatan, kasih dan cinta yang tiada pernah pudar dan berubah dalam segala musim dan peristiwa.
“Ukhuwah adalah degup penuh makna yang mengalir indah bersama aliran darah, berawankan ketsiqohan yang tiap tetesannya mampu menelusup jernih menembus karang prasangka dalam hati yang puncaknya berbuah keitstaran.”
Ikhwan wa akhwat fiillah yg sedang menuju jalan Allah ( mengcopy paste kalimat yg sering diucapkan ustdz kita tercinta) izinkan saya meminta maaf kepada antum semua yang telah setia menemani berjuang di medan dakwah ini. Afwan pada ikhwah fillah semua atas semua kelalaian dan kesalahan yang ternyata telah mengurangi timbangan hak dalam menjalin ukhuwah dengan antum. Yang ternyata secara sadar telah mendzolimi antum, telah melukai antum, bahkan telah membuat antum menangis.
Ukhuwah yang kita bangun bukanlah sebuah hubungan semata,
Ukhuwah ilallah,
Itu janji kita,
Dengan tujuan dan kecintaan yang sama pada ad Dien ini,
Hingga dahulu jiwa – jiwa kita yang tak saling mengenal,
Asing dan entah darimana kini BERIKRAR dalam satu JANJI UKHUWAH.
Berharap akan satu kemuliaan yang tersirat dalam sebuah hadist
Semangat ini pun membara untuk memuliakan ukhuwah kita,
Disekitar Arsy-Nya ada menara – menara dari cahaya.
Di dalamnya ada orang – orang yang pakaiannya dari cahaya.
Wajah – wajah mereka pun bercahaya.
Mereka bukan para Nabi & Syuhada.
Sehingga,
Para Nabi & Syuhada pun iri pada mereka.
Ketika para sahabat bertanya,
Rasul Menjawab,
Mereka adalah orang – orang yang saling mencintai karena Allah
Dan saling bersahabat karena Allah.
Serta saling bersilahturahmi karena Allah (HR. Tirmidzi)
Saudaraku...
Marilah kita ingat sejenak. Ketika diri bersitegang dengan antum dalam majelis dakwah. Ketika diri acuh dalam pertemuan selintas. Ketika tanpa sadar keluar ucapan kasar dengan serapah. Ketika ada ganjalan yang menghujam kalbu. Ketika tiris dan hambar senyum terkembang.
Maafkanlah saudaramu ini.
Ketika perasaan benar menguasai diri. Ketika merasakan kehadiran diri paling berarti. Ketika interaksi hanya sekedar basa-basi. Ketika diri merasa paling meramal. Ketika tangismu tak mampu kudekap. Ketika penderitaanmu hanya lewat sebagai berita.
Maafkan atas kesadaran yang terlambat. Menyadarai bahwa ada sebagian hak antum yang telah tersita. Maafkan atas kekerasan hati dan kelemahan jiwa karena kurangnya pengetahuan diri, karena keringnya ruhani, karena minimnya lapang dada. Maafkan atas ambisi yang besar dan perasaan mau menang sendiri. Maafkanlah atas empati yang tipis untuk mengerti dan mengutamakan antum.
Sekali lagi kesadaran ini baru kembali. Betapa ukhuwah adalah pilar dakwah yang besar. Betapa ukhuwah adalah keutamaan. Betapa ukhuwah adalah warisan kemuliaan yang akan memuliakan siapa saja yang tergabung didalamnya. Betapa ukhuwah mampu meringankan beban kerja dan mampu menyemai makna dalam usia. Bahkan Rasulullah telah menetapkan ukhuwah sebagai salah satu manhaj dakwah.
Antum adalah harta terbesar dalam hidup ini. Dengan senyum ikhlas antum, dengan kesabaran antum, dengan lapang dada antum, dengan semua perhatian antum, dengan jeweran-jeweran yang antum berikan saat diri ini mulai keluar dari haluan,saat diri mulai berada dipinggir barisan bahkan dengan kemarahan dan sikap keras antum, semuanya adalah penguat tapak kaki dalam menempuh perjalanan dakwah yang penuh onak dan duri ini. Kini semua itu baru tersadari.
Hari ini tolong ingatkan diri ini akan pemahaman lama yang baru tersegarkan. Sesungguhnya sifat persaudaraan yang telah kita jalin, meletakkan kehormatan dan izzah seorang muslim sebagai kewajiban yang harus dipenuhi hak-haknya oleh saudaranya.
Maafkan diri ini yang telah menggugurkan kehormatan dan meluruhkan kemuliaan antum. Semoga rasa maaf antum mampu mengganti murka Allah. Menjadi air yang akan memadamkan gejolak api neraka, dan pelapang atas sempitnya hati yang merasa bersalah. Semoga rasa maaf antum menjadi penebus, prasyarat untuk menjadi pilihan Allah dalan jalan dakwah. Semoga dengan itu kemuliaan dan keutamaan senantiasa dianugerahkan Allah untuk kita semuanya.
Rabbi, jadikanlah kehidupan kami rangkaian kebaikan, ketakwaan kepadaMu sebagai penjagaan, keyakinan padaMu, kekuatan dalam ujian, ketawakalan kepadaMu, pertolongan dalam kehidupan, hati yang bersyukur sebagai penambah kenikmatan.
Ana uhibbukum fillah: "1Ch4"
___HATI MUHASABAH___

Tidak ada komentar:
Posting Komentar